Penanganan Limbah Peternakan Ayam (Unggas) yang baik

Bangkai Ayam- doc.Koran ternak
Penanganan Limbah Peternakan Ayam (Unggas) yang baik- Mendengar kata limbah saja sudah berpikir jorok, bau dan sebagainya, inginnya jauh jauh dari limbah. Kali ini Koran Ternak memberi sedikit ulasan mengenai Limbah di Peternakan ayam dan solusinya. Simak !

Setiap perusahaan mempunyai limbah dari produksi yang dihasilkan. Limbah tersebut perlu ditangani dengan benar seperti pada PERMENTAN No. 50/Permentan/OT.140/10/2006 bahwa unggas mati (bangkai), kertas, telur, kotoran (feses), bulu, alas kan
dang (sekam), pupuk dan pakan ternak yang tercemar serta bahan dan peralatan lain terkontaminasi yang tidak dapat didekontaminasi atau didesinfeksi secara efektif harus dilakukan penguburan dan pembakaran atau sering disebut disposal.

Perusahaan Peternakan baik skala kecil atau besar mempunyai limbah telur, bangkai dan limbah lainnya yang perlu ditangani agar tidak berdampak negatif pada lingkungan. Bentuk penanganan limbah yang dilaksanakan cukup ketat dan memenuhi standar prosedur perusahaan. Mengingat bahwa limbah salah satu faktor penyebaran penyakit jika tidak segera dimusnahkan atau dibakar.

Penanganan limbah telur yang pecah saat pengambilan dan grading dikumpulkan didalam ember. Kemudian limbah telur ditampung pada bak limbah telur yang ada disetiap depan kandang. Penanganan bangkai ayam dimulai dari pengontrolan kandang apakah ada ayam yang mati, kemudian bangkai yang ada dibawa keluar dan ditampung di bak limbah bangkai ayam. Pada akhir kegiatan harian, bangkai ayam diambil untuk dibakar oleh staf statistik, seorang security dan satu orang karyawan untuk menjadi saksi. Pembakaran bangkai ayam dilakukan pada tungku pembakaran yang berada bagian belakang farm.

Untuk skala peternakan unggas skala kecil banyak yang kurang memperhatikan keamanan lingkungan, seperti bau yang terlalu menyengat dan drainase air yang buruk. Untuk mengangani feses sebaiknya feses dijadikan pupuk kandang, namun kadang yang menjadi halangan adalah ketika musim hujan fesesnya terbawa air hujan sehingga bau dan kotor menyebar disekitar peternakan.

Hal tersebut perlu diatasi dengan drainase yang baik agar air hujan tidak mebawa kotoran yang berada dibawah kandang terbawa. Massalah ini adalah masalah teknis yang harus diperhatikan kalau tidak ya meinmulkan kesenjangan social disekitar peternakan tersebut.