Koran Ternak – Idul Adha memang membuat Indonesia bisa swasembada daging sapi setiap tahun, karena hampir semua rakyat Indonesia menikmati daging sapi. Walau hanya untuk 1-2 hari progam itu berjalan. Selanjutnya, Indonesia tetap saja kekurangan kebutuhan daging sapi.
Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas T Lembong akan segera menindak lanjuti kondisi tersebut, seperti yang dilansir Kompas.com, Thomas T Lembong akan menindaklanjuti rekomendasi dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk menetapkan izin impor sapi Australia sebesar 200.000 ekor untuk periode Oktober hingga Desember 2015.Jumlah sapi yang di import dari Australia pada kuartal IV ini mengalami peningkatan drastis dibanding kuartal sebelumnya yang hanya berjumlah 50.000 ekor. Hal ini menunjukan bahwa lagi lagi kebutuhan sapi di Indonesia masih kurang, apalagi setelah idul adha banyak sapi yang dipotong.
Dari pihak pengekspor ternak menyatakan bahwa mereka telah menerima izin dari Pemerintah Indonesia. Mereka telah siap merealisasikan pengiriman ternak sapi ke In
donesia dengan jumlah tersebut dalam beberapa minggu ke depan. Pihak pengekspor ternak sapi tentu sangat senang dan menyambut baik dengan permintaan pemerintah Indonesia.
Menurut Tracey Hayes dari Asosiasi Peternak Northern Territory (NTCA) mengatakan bahwa Peternak Sapi Asutralia yang memiliki sapi yang siap untuk dikirim saat ini, akan segera dikumpulkan untuk dikirim. Itu adalah kabar baik bagi para anggota atau peternak.
Dapat dipastikan jumlah perkiraan sapi yang ada untuk dikirim baru mencapai 100.000 ekor, selebihnya dalam beberapa minggu akan segera dicari dibeberapa wilayah agar segera dapat dikirm ke Indonesia. Untuk memenuhi jumlah tersebut, peternak membutuhkan sekitar waktu tiga bulan. Ini menjadi tantangan sendiri bagi pengekspor sapi.
Tracey Hayes akan datang ke Jakarta pada pekan depan untuk menindaklanjuti usulan berbagai pihak terkait perdagangan sapi, baik di Australia maupun di Indonesia, mengenai perlunya sistem izin import berbasis kuota tahunan, bukan lagi tiap kuartal seperti selama ini, karena sejak era jokowi peraturan izin impor berubah.
Masalah harga bobot hidup sapi per kg Tahun 2015 yang akan dikirim ini mencapai 3 dollar Australia (sekitar Rp 30.000). Sejauh yang saya ketahui, harga 3 dollar Australia per kg itu belum pernah dicapai sebelumnya, dan bahkan ada yang menjual dengan harga 3,05 dollar Australia per kg saat ini. Bisa dikatakan lebih murah dari sebelumnya.
Sumber- Kompas.com
