| Peternakan Itik |
Daging adalah produk peternakan yang mempunyai gizi tinggi, terutama protein. Setiap jenis ternak memiliki kandungan gizi berbeda baik daging sapi, daging kambing, daging babi, kerbau, kelinci, ayam dan bebek atau itik. Tentu, kita harus lebih paham mana yang lebih baik dikonsumsi berdasarkan kandungannya. Nah, kesempatan kali ini Koran ternak mengupas tentang kandungan gizi daging bebek atau itik.
Tingkat dan selera kebutuhan penduduk yang semakin beragam membuat masyarakat harus lebih luas mengetahui kebutuhan gizi pada makanan, seperti kebutuhan akan gizi baik protein, vitamin, maupun mineral dan sebagainya. Peningkatan pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak untuk masyarakat perlu diupayakan dengan cara peningkatan produksi ternak yang potensinya selama ini belum banyak dikembangkan. Salah satunya adalah daging bebek atau itik.
Keberadaan ternak bebek sebagai sumber daging sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani asal ternak. Menurut Ditjenak (2014) menyatakan itik memiliki peran sebagai penghasil telur dan daging yang cukup baik. Peranannya sebagai penghasil daging masih rendah yaitu hanya sekitar 0,5% dari 3.000.000 ton dari kebutuhan daging nasional. Ini juga sebagai peluang peternakan bebek di Indonesia
Kandungan gizi daging bebek atau itik
Daging bebek atau itik merupakan salah satu komoditi unggulan karena mengandung berbagai zat gizi yang tinggi serta memiliki cita rasa yang unik. Kandungan gizi yang terdapat pada daging itik cukup tinggi antara lain kandungan
protein 21,4%, lemak 8,2%, abu 1,2% dan nilai energi 15.900 kkal/kg.
Dengan kandungan yang cukup tinggi, daging itik bisa dijadikan alternative pengganti daging ayam pedaging, apalagi dengan cita rasa yang unik. Kekurangan daging itik hanya terletak pada tingkat keamisan atau bau amis yang berlebih, biasanya karena pengaruh pakan yang diberikan selama itik dipelihara. Untuk mengatasi itu bisa kalian baca : Manfaat daun sirsak sebagai pakan ternak
Itulah ulasan mengenai kandungan gizi daging bebek atau itik yang juga memiliki rasa khas serta kekurangannya. Rendahnya Tingkat produktivitas itik pedaging ini berpeluang untuk ditingkatkan sehingga keberadaan ternak itik dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani asal ternak, sebagai ternak unggulan pedaging.
Source :
Nena Kharisma Armissaputri dkk. 2013. Perbedaan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas pada Itik lokal (anas plathyrincos) dan itik manila (cairina moschata) /Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3): 1086 -109