![]() |
| PT Malindo Feedmill/ sumber: bisnis.liputan6.com |
Secara umum industri pakan ternak nasional cukup memiliki peluang yang baik. Dilihat dari tingkat produksi, industri pakan ternak mengalami pertumbuhan rata-rata 8,4% dalam periode lima tahun terakhir seperti yang dilansir merdeka.com. Hingga kini industri pakan ternak nasional masih didominasi pemain asing termasuk Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, Sierad Produce, CJ Feed, Gold Coin, dan Sentra Profeed.
Produsen besar tersebut masih menggantungkan kebutuhan bahan baku impor, bukan menyerap bahan baku lokal. Menurut kabar yang beredar, bahan lokal mempunyai beberapa kelemahan selain persediaanya sedikit. Bahan lokal kadang banyak subalan, kualitas rendah dan tidak tersedia secara kontinyu. Oleh karena itu sebagian besar produsen menyerap dari luar negri.
Kebutuhan bahan baku impor, terutama jagung di import dari Amerika dan Brasil. Tingginya harga bahan baku impor, mengakibatkan harga pakan ternak dipasar domestik melambung, hal ini juga menyulitkan peternak Indonesia, terutama peternakan kecil dalam pengembangan peternakannya. Data dari GPMT di Indonesia terdapat 42 pabrik pakan ternak yang masih aktif hingga 2008. Sebelumnya terdapat 50 perusahaan, namun 8 diantaranya sudah menghentikan operasionalnya.
PT. Malindo Feedmill adalah salah satu yang masih beroperasi sampai sekarang. Malindo merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Lau dari Malaysia yang memperoleh pengarahan teknis perternakan ayam dan pakan ternak dari perusahaan teratas di negara itu yaitu Leong Hup Holding Berhard dan Emivest Bhd. Leong Hup Holding memiliki pangsa pasar mencapai 30% untuk industri DOC di Malaysia.
Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan pakan ternak, khususnya pakan ternak Ayam broiler dan Commerciall Day Chicks (DOC). Disamping itu, perusahaan ini juga berinvestasi pada anak perusahaan yang memproduksi dan memasarkan induk produksi DOC, Commercial DOC dan ayam broiler. Perusahaan ini merupakan perusahaan besar di Indonesia yang sukses bersama JAPFA CONFEED yang juga bergerak di bidang peternakan unggas.
Pada tahun 2010, Malindo menambah pabrik-pabrik pakan ternak di Cikande-Banten, Lampung, Banjarmasin, dan Majalengka. Malindo Feedmill juga masuk dalam rangking ke 5 dalam kategori list "A" dalam majalah Forbes. Malindo memliki Beberapa anak cabang di Indonesia, lain PT Bibit Indonesia, PT Prima Fajar, PT Leong Ayamsatu Primadona, PT Quality Indonesia. Dengan komitmennya dalam menjaga kualitas produk yang ditawarkan membuat Malindo menjadi salah satu produsen pakan ternak terkemuka di Indonesia.
itulah salah satu perusahaan yang bergerak di Industri pakan ternak sebagai contoh Bisnis Pakan ternak yang menguntungkan di Indonesia. Ayo bergerak melawan, be enterprenuer !
sumber : merdeka.com
